Bagi yg baca, maklum ini tulisan ketika aku mencoba mencoret-coret pena mencoba membuat sebuah cerita dalam mengisi kekosongan hatiku buiiiks Seperti biasa, aku berjalan tiap pagi menampaki jalanan pedesaan. Pagi cerah, tak ada satupun awan yang menghiasi langit ini. Burung-burung nan eloknya bernyanyi riang. Ayah menghampiriku kejalanan. Dia memintaku kembali kerumah. Pikirku tak biasanya Ayah menghampiriku seperti ini. Saat aku tiba dirumah, Ayah memintaku untuk tak sekolah hari ini. Tumben-tumbennya dia memintaku hal yang tak pernah kupikirkan sebelumnya. Ibu yang sedang memasak menghampiriku dan memberiku pakaian adat. “Waw, ada apa ni?” bukankah tidak ada hari raya hari ini, begitulah pemikiranku terhadap sikap aneh orang tuaku hari ini. Aku hendak ingin menanyakannya. Tapi, Ibu sudah mengatakannya duluan. Katanya, hari ini dia akan mengajakku tirta yatra ke pura Gunung Salak di Jakarta. Mendengar kabar itu, aku jingkrak-jingkrak seperti biasanya jika aku senang. Pertama kalinya i...
Comments
Post a Comment